Olahraga 360 – Laga Kroasia vs Montenegro di Podgorica City Stadium menjadi penutup perjalanan Grup L Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Kroasia datang sebagai pemuncak klasemen yang sudah memastikan tiket ke Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada setelah menang 3–1 atas Kepulauan Faroe pada laga sebelumnya. Kemenangan itu mengangkat mereka ke 19 poin dari 7 pertandingan, hasil 6 kali menang dan sekali imbang, dengan selisih gol +21.
Montenegro berada di posisi keempat dengan 9 poin dari 7 laga, catatan 3 kemenangan dan 4 kekalahan, serta selisih gol minus delapan. Secara matematis, mereka tidak lagi punya peluang lolos. Namun di kandang sendiri, di hadapan publik yang sudah lama menunggu kesempatan besar, pertandingan ini tetap dianggap sebagai partai harga diri.
Kontras perjalanan kedua tim membuat duel Kroasia vs Montenegro sarat cerita. Kroasia ingin memastikan keluar dari grup tanpa kekalahan. Montenegro ingin menunjukkan bahwa kekalahan 0–4 di Zagreb dua bulan lalu bukan cerminan final kekuatan mereka.
Di balik angka, ada figur besar yang ikut memikat perhatian. Luka Modric, kini 40 tahun, memimpin Kroasia menuju Piala Dunia kelima dalam kariernya dan sudah mencatat lebih dari 190 penampilan untuk tim nasional. Di kubu tuan rumah, nama Stevan Jovetic masih memikul peran penting sebagai kapten dan top skor sepanjang masa Montenegro, meski generasi baru mulai bermunculan.
Tren Performa dan Kondisi Terkini Kedua Tim
Dari sisi performa, Kroasia memasuki laga ini dengan rasa percaya diri tinggi. Mereka tidak tersentuh kekalahan di Grup L, serangan paling produktif dengan 23 gol dan pertahanan paling kokoh dengan hanya dua kebobolan. Kemenangan dramatis atas Faroe Islands menjadi contoh nyata. Sempat tertinggal lebih dulu, mereka bangkit lewat gol Josko Gvardiol, Petar Musa, dan Nikola Vlasic untuk memastikan tiket ke Piala Dunia.
Skuad Zlatko Dalic memadukan pengalaman dan regenerasi. Modric masih menjadi otak permainan di lini tengah bersama Mateo Kovacic dan Marcelo Brozovic, sementara Gvardiol mengawal lini belakang dan pemain seperti Vlasic atau Musa mengisi lini depan. Dalic punya kemewahan untuk merotasi pemain tanpa banyak menurunkan kualitas, sesuatu yang membuat banyak prediksi Kroasia vs Montenegro tetap mengunggulkan tim tamu.
Montenegro justru baru menemukan sedikit angin segar. Mereka sebelumnya terpuruk dengan tiga kekalahan beruntun di grup, termasuk ketika dipermalukan 0–4 oleh Kroasia dan kalah telak dari Faroe Islands. Namun kemenangan 2–1 atas Gibraltar pada laga terakhir, yang datang setelah mereka tertinggal lebih dulu sebelum dibalik lewat gol Vasilije Adzic, kembali menyalakan semangat.
Di bangku cadangan, Montenegro kini dipimpin sosok baru, Mirko Vucinic, mantan striker Juventus dan AS Roma yang ditunjuk sebagai pelatih tim nasional pada 2025. Ia membawa pendekatan yang lebih progresif, mencoba memadukan pengalaman pemain senior seperti Jovetic dengan talenta muda semisal Nikola Krstovic, penyerang yang tampil produktif di Serie A.
Walau demikian, kelemahan Montenegro relatif jelas. Mereka sudah kebobolan 14 gol sepanjang kualifikasi, rata rata dua gol per laga, dan hanya mencetak enam. Menghadapi Kroasia yang punya lini tengah kreatif dan banyak opsi eksekutor, pekerjaan lini belakang Montenegro akan sangat berat.
Wajib Tahu:
Gradski Stadion Podgorica, yang menjadi venue duel Kroasia vs Montenegro, adalah stadion yang sama ketika Montenegro memainkan laga resmi FIFA pertama mereka setelah diakui sebagai anggota federasi dunia pada 2007, menjadikannya simbol penting bagi sejarah sepak bola negara tersebut.
Peta Taktik dan Skenario Laga Kroasia vs Montenegro
Secara taktik, sulit membayangkan Kroasia meninggalkan identitas permainannya. Dalic biasanya mengandalkan formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1 dengan penguasaan bola sebagai senjata utama. Modric mengatur tempo dari tengah, dibantu rotasi posisi Kovacic dan Brozovic, sementara bek sayap dan Gvardiol sesekali naik untuk menambah opsi umpan.
Karena status sudah lolos, rotasi menjadi kemungkinan besar. Nama seperti Mario Pasalic, Lovro Majer, atau Vlasic bisa mendapatkan menit bermain lebih banyak. Walau begitu, Dalic biasanya tetap menyisakan beberapa pilar agar struktur permainan tidak goyah. Hal ini penting agar Kroasia tidak kehilangan momentum setelah pencapaian besar di laga sebelumnya.
Montenegro kemungkinan besar akan memainkan blok pertahanan menengah ke rendah. Vucinic tahu bahwa jika garis pertahanan mereka terlalu tinggi, ruang di belakang mudah dimanfaatkan serangan kombinasi Kroasia. Skenario yang masuk akal adalah Montenegro memadatkan lini tengah, menunggu kesempatan melakukan serangan balik lewat Jovetic dan Krstovic, atau memanfaatkan bola mati.
Sejumlah situs analis dan bursa taruhan menempatkan Kroasia sebagai favorit. Model prediksi di SportyTrader, misalnya, memberikan peluang sekitar 48 persen untuk kemenangan Kroasia, 33 persen untuk kemenangan Montenegro, dan sisanya untuk hasil imbang. Sportskeeda juga memprediksi Kroasia minimal mampu membawa pulang satu poin dan menutup kualifikasi tanpa kekalahan.
Jika Montenegro gagal menjaga konsentrasi di 20 menit awal, Kroasia berpotensi cepat menguasai ritme dan membuat tuan rumah hanya berlari mengejar bola. Namun jika Jovetic dan rekan rekan mampu memanfaatkan dukungan publik Podgorica dengan tekanan tinggi di awal, jalannya pertandingan bisa berubah menjadi lebih liar dan sulit ditebak.
Melihat konfigurasi ini, skenario yang paling realistis untuk pertandingan Kroasia vs Montenegro adalah Kroasia tetap mendominasi penguasaan bola, Montenegro sesekali mengancam dari serangan balik, dan gol penentu lahir ketika kualitas individu pemain Kroasia mulai bicara. Prediksi skor yang cukup masuk akal adalah 2–0 atau 2–1 untuk Kroasia.
Makna Hasil Bagi Masa Depan Kroasia dan Montenegro
Untuk Kroasia, hasil dari duel Kroasia vs Montenegro menyangkut citra sebagai tim yang konsisten di level tertinggi. Jika berhasil menutup Grup L tanpa kekalahan, mereka mengirim sinyal kuat bahwa generasi yang dipimpin Modric masih sangat kompetitif dan siap bersaing di Piala Dunia 2026.
Kemenangan juga akan menegaskan bahwa mereka tidak sekadar memanfaatkan kelemahan lawan di grup yang di atas kertas relatif seimbang. Di level psikologis, menuntaskan kualifikasi dalam mode “on fire” memudahkan Dalic mengelola transisi ke fase persiapan turnamen, termasuk kemungkinan regenerasi setelah Modric memutuskan pensiun dari tim nasional.
Bagi Montenegro, nilai pertandingan ini lebih bersifat konstruktif. Mereka memang tidak akan lolos, tetapi tampil berkelas melawan Kroasia bisa mengubah cara pandang publik terhadap proyek baru di bawah Vucinic. Jika mampu menahan imbang atau bahkan menang, itu akan menjadi headline besar dan modal penting untuk kualifikasi turnamen berikutnya.
Pertandingan di Podgorica juga menjadi cermin seberapa besar kemajuan yang sudah dibuat generasi baru Montenegro. Apakah mereka tetap terseret ke dalam pola lama, mudah goyah ketika kebobolan lebih dulu, atau justru sanggup bertahan, menekan, dan memaksakan Kroasia keluar dari zona nyaman.
Pada akhirnya, prediksi Kroasia vs Montenegro selalu akan condong kepada kualitas tim tamu. Namun sepak bola sering memproduksi cerita yang bertolak belakang dengan hitung hitungan di atas kertas. Itulah yang membuat laga penutup Grup L ini patut ditunggu sampai peluit panjang, baik oleh pencinta taktik, pemburu tips taruhan, maupun penonton kasual yang sekadar ingin melihat satu lagi babak dari perjalanan panjang Luka Modric dan kebangkitan Montenegro.
Sumber: Reuters



