Olahraga 360 – Derby Manchester kadang terasa seperti pertandingan biasa sampai menit pertama dimulai. Lalu tiba-tiba, stadion berubah menjadi ruang sidang. Semua orang menilai, menghakimi, dan menuntut jawaban. Itulah yang menunggu di Old Trafford ketika Manchester United vs Manchester City digelar Sabtu, 17 Januari 2026. Kick-off tercatat 12:30 UTC atau 19:30 WIB. Venue-nya Old Trafford, Stretford.
Pertaruhannya bukan cuma soal hak pamer di kota Manchester. Papan atas Premier League sedang ketat, dan City datang dengan beban yang sangat nyata. Dalam data klasemen yang tampil di laman pertandingan ESPN, Arsenal memimpin dengan 49 poin, Manchester City berada di kelompok pengejar dengan 43 poin, sementara Manchester United ada di papan tengah dengan 29 poin.
Kalau City ingin jalur gelar tetap lurus, pertandingan seperti ini tidak boleh bocor poin. Sebaliknya, bagi United, derby bisa menjadi jalan pintas untuk mengubah suasana, apalagi ketika musim terasa berat dan publik menunggu tanda kehidupan.
Ada alasan lain kenapa laga ini terasa “lebih besar” untuk penonton Indonesia. Jam mainnya ramah. Selain itu, hak siar Premier League di Indonesia tercantum berada di EMTEK dalam daftar broadcaster resmi liga. Untuk platform, Vidio secara terbuka mempromosikan kategori Premier League 2025/26 di layanannya.
Untuk derby yang pertama musim ini, ManCity.com juga pernah menulis daftar tayangan global dan mencantumkan Indonesia: Vidio. Untuk laga 17 Januari 2026, detail kanal dan jadwal penayangan biasanya mengikuti pengumuman resmi mendekati hari H. Jika belum muncul di rilis resmi, anggap saja “belum ada konfirmasi resmi” untuk penempatan kanal spesifik.
Satu hal yang pasti: Manchester United vs Manchester City ini datang di saat yang tidak tenang. Dan derby, ketika ia muncul di tengah kekacauan, sering berubah jadi ujian paling jujur.
Kabar Terbaru Tim, Cedera, dan Skorsing
Manchester United masuk derby dengan cerita yang keras. The Guardian melaporkan Ruben Amorim telah diberhentikan setelah kekalahan Piala FA dari Brighton, dan Michael Carrick ditunjuk sebagai pelatih interim.
Efek pergantian pelatih menjelang derby selalu sulit diprediksi. Ada tim yang mendadak “hidup” karena emosi. Ada juga yang justru tegang karena ide permainan belum sempat menempel.
City datang dengan latar yang berbeda. Mereka baru saja menang besar 10-1 atas Exeter di Piala FA. Tapi Reuters juga menyebut Savinho diperkirakan absen sekitar dua bulan. Ini bukan kehilangan kecil kalau City butuh pemecah kebuntuan di sisi lapangan.
Agar rapi dan tidak mengarang, daftar cedera di bawah ini mengacu pada halaman cedera Premier League. Untuk skorsing spesifik, hingga penulisan ini aku belum mendapatkan rujukan halaman resmi yang bisa dibuka dengan stabil, jadi aku tidak mencantumkan nama pemain skors yang tidak terverifikasi.
Cedera dan Skorsing:
Matthijs de Ligt: absen, cedera punggung, tercantum di daftar cedera Premier League, sumber Premier League.
Mateo Kovacic: absen, cedera pergelangan kaki, tercantum di daftar cedera Premier League, sumber Premier League.
John Stones: absen, cedera paha, tercantum di daftar cedera Premier League, sumber Premier League.
Oscar Bobb: absen, cedera hamstring, tercantum di daftar cedera Premier League, sumber Premier League.
Savinho: absen atau sangat diragukan, tercantum cedera “knock” di Premier League, update Reuters menyebut absen sekitar dua bulan, sumber Premier League dan Reuters.
Josko Gvardiol: absen, cedera tulang kering, tercantum di daftar cedera Premier League, sumber Premier League.
Ruben Dias: absen, cedera otot, tercantum di daftar cedera Premier League, sumber Premier League.
Dampaknya ke pertandingan cukup terasa. City kekurangan beberapa opsi bek, yang bisa memengaruhi keberanian mereka membangun serangan dari bawah ketika ditekan. United, tanpa de Ligt, juga berpotensi kehilangan satu kepingan penting untuk menjaga garis pertahanan tetap rapi, terutama saat menghadapi penyerang sekelas Haaland.
Dan ini poin yang sering luput: derby bukan cuma soal siapa paling bagus menguasai bola. Ia juga soal siapa paling cepat beradaptasi terhadap hal yang tidak ideal, seperti absennya pemain, tekanan publik, dan momen buruk yang datang tanpa aba-aba.
Head to Head dan Tren Performa
Kalau kamu mencari petunjuk dari pertemuan terakhir, jawabannya tidak sesederhana “City selalu menang” atau “United selalu panik”. Dalam lima pertemuan terakhir yang ditampilkan ESPN, ada kemenangan City 3-0, ada derby yang berakhir 0-0, bahkan ada kemenangan United 2-1 di Etihad. Ini penting karena membuktikan satu hal: Manchester United vs Manchester City sering punya jalannya sendiri.
Format Head to Head (H2H) 5 pertemuan terakhir:
14 Sep 2025, Premier League, Manchester City vs Manchester United, 3-0
06 Apr 2025, Premier League, Manchester United vs Manchester City, 0-0
15 Dec 2024, Premier League, Manchester City vs Manchester United, 1-2
24 Apr 2024, FA Cup, Manchester City vs Manchester United, 3-2
28 Feb 2024, Premier League, Manchester City vs Manchester United, 2-0
Sekarang kita lihat performa terkini, minimal lima laga terakhir masing-masing tim. Daftar di bawah ini mengacu pada halaman hasil pertandingan ESPN.
Performa 5 laga terakhir Manchester United:
11 Jan 2026, FA Cup, Brighton, H, 1-2, L
07 Jan 2026, Premier League, Burnley, A, 2-2, D
04 Jan 2026, Premier League, Leeds United, A, 1-1, D
30 Dec 2025, Premier League, Wolves, H, 1-1, D
26 Dec 2025, Premier League, Newcastle United, H, 1-0, W
Performa 5 laga terakhir Manchester City:
10 Jan 2026, FA Cup, Exeter, H, 10-1, W
07 Jan 2026, Premier League, Brighton, H, 1-1, D
04 Jan 2026, Premier League, Chelsea, H, 1-1, D
01 Jan 2026, Premier League, Sunderland, A, 0-0, D
27 Dec 2025, Premier League, Nottingham Forest, A, 2-1, W
Dari sini terbaca pola yang menarik tanpa perlu memaksa statistik aneh-aneh. United banyak seri. City juga banyak seri di liga, meski mereka sempat meledak di Piala FA. Jadi, kalau Manchester United vs Manchester City terasa seperti laga yang bisa ketat, itu bukan perasaan semata. Datanya memang mengarah ke sana.
Wajib Tahu:
Kick-off tercatat 12:30 UTC atau 19:30 WIB, dan venue di Old Trafford, Stretford.
ESPN menampilkan top scorer laga versi musim ini: Haaland memimpin City (16 gol) dan Bruno Fernandes memimpin United (11 gol).
City memiliki beberapa nama belakang yang masuk daftar cedera Premier League, termasuk Ruben Dias dan Josko Gvardiol.
United memasuki derby setelah pergantian pelatih interim menurut laporan The Guardian.
Untuk penonton Indonesia, hak siar liga tercantum di EMTEK, dan Vidio mempromosikan Premier League 2025/26.
Prediksi Formasi, Duel Kunci, dan Prediksi Skor Manchester United vs Manchester City
Sekarang bagian yang paling sering diperdebatkan di grup WhatsApp: susunan pemain. Perlu ditegaskan, prediksi berikut adalah perkiraan redaksi, bukan rilis resmi klub. Rilis XI resmi biasanya baru keluar mendekati kick-off.
Prediksi formasi dan susunan pemain (perkiraan XI redaksi):
Manchester United (perkiraan 4-2-3-1): fokus menjaga jarak antarlini, menutup ruang di depan kotak penalti, lalu menyerang lewat transisi dan bola mati. Dalam kondisi pergantian pelatih interim, pendekatan aman seperti ini lebih masuk akal dibanding memaksakan permainan rumit. Absennya de Ligt membuat rotasi bek tengah berkurang.
Manchester City (perkiraan 4-3-3): tetap mengutamakan kontrol, tetapi kemungkinan lebih berhati-hati membangun dari belakang karena beberapa bek inti cedera. Di depan, Haaland tetap menjadi titik akhir.
Duel kunci yang patut dinanti:
Bruno Fernandes melawan disiplin blok City
Jika United ingin memegang kendali emosi, Bruno harus bisa mengubah momen kecil menjadi peluang, terutama dari bola mati. Ia juga top scorer United versi ESPN.Haaland melawan siapa pun yang mengawal area enam belas
City bisa terlihat datar, lalu satu bola masuk ke kotak dan selesai. Haaland memimpin daftar gol City di ESPN.Sisi sayap City tanpa Savinho
Bila Savinho benar absen lebih panjang, City kehilangan satu opsi untuk memaksa duel satu lawan satu di sisi lapangan.
Prediksi kemenangan (estimasi redaksi):
Manchester United menang: 29%
Seri: 26%
Manchester City menang: 45%
Dasarnya (3 alasan berbasis data):
Tren hasil: lima laga terakhir menunjukkan City lebih stabil (banyak seri, jarang kalah), sementara United juga sering seri. Ini biasanya mengarah ke laga ketat.
Tekanan klasemen: City berada di papan atas dan mengejar puncak, sementara United butuh pembuktian di tengah gejolak pergantian pelatih interim.
Absensi pemain: kedua tim punya daftar cedera, tetapi City kehilangan beberapa bek inti sekaligus opsi sayap, sementara United kehilangan satu bek penting. Detail ini bisa mengubah pola pressing dan keberanian build-up.
Prediksi skor (estimasi redaksi): Manchester United 1-2 Manchester City
Alternatif skor: 1-1 (jika City kembali menumpuk seri di liga dan United memilih rapi, tidak membuka ruang).
Pada akhirnya, Manchester United vs Manchester City sering dimenangkan oleh hal yang tampak remeh di awal, seperti siapa yang lebih sabar ketika serangan pertama buntu, atau siapa yang tidak panik ketika kebobolan duluan. Di Old Trafford, itu bisa terjadi hanya dalam satu transisi, satu bola mati, atau satu kesalahan kontrol.
Kalau kamu menonton, nikmati pertandingannya sambil memantau live score yang terlampir di akhir artikel, biar perubahan momentum terasa dari menit ke menit.
Sumber: Fotmob



