Olahraga 360 – Premier League sering melahirkan pertandingan besar, tapi tidak semuanya punya rasa “final kecil” seperti Liverpool vs Arsenal kali ini. Kick-off memang dini hari untuk penonton Indonesia, namun tensinya terasa seperti jam utama. Arsenal sedang memimpin liga dan tiap tiga poin makin berarti, sementara Liverpool datang dengan beban yang berbeda: bukan sekadar mengejar papan atas, tapi juga membuktikan mereka masih bisa menang di panggung terbesar, di kandang pemuncak klasemen.
Liverpool vs Arsenal digelar di Emirates Stadium, London. Jadwal resminya tercatat Kamis, 8 Januari 2026 pukul 20.00 UTC (yang berarti Jumat, 9 Januari 2026 pukul 03.00 WIB). Venue juga terkonfirmasi Emirates Stadium.
Arsenal baru saja menambah keyakinan lewat kemenangan dramatis 3-2 di markas Bournemouth, dengan Declan Rice mencetak dua gol dan membawa mereka makin nyaman di puncak. Liverpool di sisi lain, kembali dibuat geram oleh gol telat lawan saat bermain 2-2 di kandang Fulham. Arne Slot bahkan mengakui kebobolan di menit akhir “bukan lagi kejutan” untuk timnya musim ini.
Pertanyaannya simpel, jawabannya tidak: di laga Liverpool vs Arsenal ini, siapa yang sanggup menjaga fokus sampai peluit terakhir?
Gambaran Laga dan Taruhannya
Liverpool vs Arsenal datang pada momen yang sangat “berbicara” untuk klasemen. Arsenal memimpin liga dengan 48 poin dari 20 pertandingan, sementara Liverpool berada di posisi empat dengan 34 poin. Dengan jarak poin sejauh itu, tekanan utama justru tidak hanya di Liverpool. Arsenal juga memikul ekspektasi besar, karena setiap kemenangan seperti mempertebal narasi “musim ini milik mereka”.
Kemenangan 3-2 atas Bournemouth memperpanjang laju Arsenal menjadi lima kemenangan liga beruntun, sekaligus menjaga jarak enam poin di puncak. Liverpool, meski masih di papan atas, sedang kehilangan terlalu banyak momen. Fulham adalah contoh terbaru: gol Cody Gakpo di menit 94 sempat seperti tiket tiga poin, lalu sirna oleh gol Harrison Reed beberapa detik sebelum bubar.
Buat pembaca Indonesia, Liverpool vs Arsenal bukan cuma big match. Ini pertandingan yang bisa menentukan mood satu pekan. Arsenal menang, mereka makin mantap. Liverpool menang, liga dapat ulang dramanya, dan The Reds dapat napas baru.
Soal siaran untuk Indonesia, halaman Premier League di Vidio menampilkan laga Arsenal vs Liverpool pada 9 Januari pukul 03.00 WIB. Jika ada opsi tayangan lain di TV nasional, sampai tulisan ini dibuat belum ada konfirmasi resmi yang bisa diverifikasi dari pemegang hak siar untuk laga spesifik ini. Fokus paling aman tetap ke jadwal resmi di Vidio.
Kabar Terbaru Tim, Cedera, dan Skorsing
Arsenal masuk laga ini dengan modal mental yang kuat. Mereka sempat tertinggal lebih dulu di Bournemouth, lalu membalikkan keadaan. Premier League mencatat Declan Rice kembali dari cedera dan langsung mencetak dua gol pada babak kedua. Itu bukan sekadar tiga poin, tapi sinyal bahwa Arsenal punya “cara menang” bahkan saat pertandingan tidak berjalan mulus.
Liverpool, di sisi lain, sedang bergulat dengan isu yang sama berulang kali: rapuh di momen akhir. Slot menyinggung pola kebobolan telat yang sudah muncul berbulan-bulan, termasuk saat imbang lawan Leeds bulan lalu. Dalam konteks Liverpool vs Arsenal, detail seperti ini bukan gosip. Itu alarm taktik, karena Arsenal adalah tim yang nyaman memukul lewat gelombang serangan kedua, terutama setelah lawan mulai lelah.
Cedera dan Skorsing (update berbasis sumber):
-
Riccardo Calafiori: absen, cedera (disebut sebagai pemain yang cedera jelang laga), belum ada estimasi detail dari klub pada sumber yang sama, sumber: talkSPORT.
-
Max Dowman: absen, cedera, belum ada detail tambahan pada sumber yang sama, sumber: talkSPORT.
-
Cristhian Mosquera: absen, cedera, belum ada detail tambahan pada sumber yang sama, sumber: talkSPORT.
-
Declan Rice: kembali tersedia, sempat mengalami masalah cedera sebelum laga Bournemouth lalu mencetak dua gol, sumber: Premier League match report.
-
Wataru Endo: absen, cedera ankle, pembaruan terbaru: menepi, sumber: Liverpool FC (injury update).
-
Hugo Ekitike: diragukan, cedera hamstring (Liverpool menyebut “hamstring injury”), pembaruan terbaru: “late assessment”, sumber: Liverpool FC.
-
Alexander Isak: absen, cedera ankle (rehab), pembaruan terbaru: masih proses pemulihan, sumber: Liverpool FC.
-
Giovanni Leoni: absen, cedera ankle (rehab), pembaruan terbaru: masih proses pemulihan, sumber: Liverpool FC.
-
Mohamed Salah: absen, tugas internasional (international duty), pembaruan terbaru: tidak tersedia untuk laga ini, sumber: Liverpool FC dan talkSPORT.
Catatan skorsing: untuk skorsing Premier League jelang Liverpool vs Arsenal, belum ada konfirmasi resmi yang tercantum pada pembaruan klub yang dijadikan rujukan di atas. Jika ada perubahan menit terakhir dari konferensi pers, itu biasanya baru terlihat mendekati matchday.
Dampak taktiknya jelas. Arsenal kehilangan opsi di beberapa area (khususnya sektor yang biasa ditempati Calafiori), sementara Liverpool kehilangan Salah dan kemungkinan masih menunggu status Ekitike. Dalam laga sebesar Liverpool vs Arsenal, satu absensi besar bisa mengubah bentuk serangan.
Head to Head dan Tren Performa
Pertemuan Arsenal dan Liverpool jarang berjalan “biasa”. Bahkan saat salah satu tim sedang kurang meyakinkan, duel ini sering tetap memproduksi momen panas dan gol-gol penting.
Wajib Tahu:
-
Jadwal kick-off tercatat 8 Jan 2026 pukul 20.00 UTC di Emirates, yang berarti 9 Jan pukul 03.00 WIB untuk Indonesia.
-
Arsenal memimpin klasemen dengan 48 poin, Liverpool di posisi empat dengan 34 poin menjelang laga ini.
-
Arsenal baru saja meraih kemenangan liga kelima beruntun setelah menekuk Bournemouth 3-2, Rice mencetak dua gol dan kembali dari cedera.
-
Liverpool kembali kebobolan gol telat saat imbang 2-2 lawan Fulham, dan Slot mengakui pola ini sudah berulang.
-
Liverpool mengonfirmasi Salah tidak tersedia karena tugas internasional, dan Ekitike masuk kategori penilaian terakhir.
Head to Head (5 pertemuan terakhir, terbaru lebih dulu):
-
31 Aug 2025, Premier League, Liverpool vs Arsenal, 1-0
-
11 May 2025, Premier League, Liverpool vs Arsenal, 2-2
-
27 Oct 2024, Premier League, Arsenal vs Liverpool, 2-2
-
31 Jul 2024, Club Friendly, Liverpool vs Arsenal, 2-1
-
04 Feb 2024, Premier League, Arsenal vs Liverpool, 3-1
Performa 5 laga terakhir Arsenal (terbaru lebih dulu):
-
03 Jan 2026, Premier League, Bournemouth, A, 2-3, W
-
30 Dec 2025, Premier League, Aston Villa, H, 4-1, W
-
27 Dec 2025, Premier League, Brighton, H, 3-0, W
-
23 Dec 2025, EFL Cup, Crystal Palace, H, 1-1, D (lolos adu penalti)
-
20 Dec 2025, Premier League, Everton, A, 1-3, W
Performa 5 laga terakhir Liverpool (terbaru lebih dulu):
-
04 Jan 2026, Premier League, Fulham, A, 2-2, D
-
01 Jan 2026, Premier League, Leeds, H, 0-0, D
-
27 Dec 2025, Premier League, Wolves, H, 2-1, W
-
20 Dec 2025, Premier League, Tottenham, A, 2-1, W
-
13 Dec 2025, Premier League, Brighton, H, 2-0, W
Trennya memberi dua cerita berbeda. Arsenal sedang dalam mode “menang dulu, rapikan nanti”, karena mereka bisa tetap mengambil poin penuh meski sempat goyah di Bournemouth. Liverpool, sebaliknya, terlihat seperti tim yang sering berada satu langkah dari kemenangan, lalu terpeleset di garis akhir.
Dalam laga Liverpool vs Arsenal, momentum kecil sering jadi pembeda. Apalagi Arsenal bermain di Emirates, tempat mereka biasanya menekan lebih cepat dan memaksa lawan mengambil keputusan buruk.
Prediksi Formasi, Duel Kunci, dan Prediksi Skor
Liverpool vs Arsenal biasanya dimenangkan oleh tim yang paling rapi saat transisi. Arsenal ingin menguasai bola dan memaksa Liverpool bertahan rendah, sementara Liverpool akan mencari celah lewat serangan balik cepat dan pemanfaatan ruang di belakang garis pertahanan.
Prediksi formasi (perkiraan redaksi, menunggu konfirmasi resmi):
-
Arsenal (4-3-3): Raya; bek kanan (opsi), Saliba, Gabriel, bek kiri (opsi); Rice, Odegaard, gelandang ketiga (opsi); Saka, Gyokeres, Trossard.
Catatan: beberapa posisi full-back dan gelandang ketiga bersifat perkiraan karena info detail lineup terakhir tidak selalu dipublikasikan sebagai konfirmasi XI sebelum matchday. Arsenal juga disebut memiliki sejumlah pemain cedera jelang laga ini. -
Liverpool (4-2-3-1 atau 4-3-3): Alisson; Bradley, Van Dijk, Konate (jika fit), bek kiri (opsi); Mac Allister, Gravenberch; Wirtz; Gakpo, sayap (opsi), Ekitike (jika lolos tes kebugaran).
Catatan: Liverpool mengonfirmasi Salah absen, Ekitike masuk penilaian terakhir, dan Isak juga absen.
Duel kunci yang bisa menentukan:
-
Declan Rice vs lini tengah Liverpool. Rice baru kembali dari cedera dan langsung menonjol lewat dua gol di Bournemouth. Kalau ia menang duel second ball, Arsenal bisa menekan Liverpool terus-menerus.
-
Cody Gakpo dan Wirtz vs organisasi bertahan Arsenal. Gakpo mencetak gol telat di Fulham, Wirtz juga termasuk pemain yang sering muncul di momen penting Liverpool musim ini. Namun Liverpool harus lebih “kejam” saat peluang datang, karena Arsenal biasanya tidak memberi banyak kesempatan kedua.
-
Set-piece dan konsentrasi. Reuters melaporkan Liverpool sampai merombak staf set-piece karena masalah bertahan dan produktivitas bola mati musim ini. Jika Arsenal bisa memaksimalkan situasi ini, Emirates akan meledak lebih cepat.
Prediksi kemenangan (estimasi redaksi, bukan fakta):
-
Arsenal menang: 52%
-
Seri: 27%
-
Liverpool menang: 21%
Dasar estimasi redaksi (berbasis data yang tersedia):
-
Form terbaru: Arsenal datang dengan 5 kemenangan liga beruntun. Liverpool 2 laga liga terakhir berakhir imbang.
-
Klasemen dan momentum: Arsenal memimpin dengan 48 poin, Liverpool 34 poin. Perbedaan performa musim ini cukup jelas.
-
Situasi skuad: Liverpool kehilangan Salah (tugas internasional) dan masih menunggu status Ekitike, sementara Arsenal mendapat kembali Rice yang langsung on fire.
Prediksi skor (estimasi redaksi):
-
Prediksi utama: Arsenal 2-1 Liverpool
-
Alternatif skenario: Arsenal 1-1 Liverpool (jika Liverpool lebih rapi menutup laga dan Arsenal buntu memecah blok rendah)
Liverpool vs Arsenal punya kebiasaan menyimpan twist, tapi data terakhir menempatkan Arsenal sebagai tim yang lebih stabil dan lebih siap menuntaskan pertandingan. Liverpool masih berbahaya, terutama jika bisa menahan Emirates tetap “sunyi” sampai menit-menit akhir. Masalahnya, justru menit akhir itulah yang belakangan sering jadi luka mereka.
Sumber: ESPN.com
