Olahraga 360 – Ada pertandingan yang terlihat aman, sampai menit pertama dimulai dan semua rencana mendadak terasa rapuh. Itulah vibe yang menguar jelang Leeds vs Liverpool di Anfield. Liverpool memang unggul kualitas dan posisi klasemen, tapi Leeds datang dengan satu modal yang sering bikin tim besar salah langkah: keyakinan bahwa mereka bisa menyakiti siapa pun, kapan pun.
Laga ini dimainkan pada 1 Januari 2026 pukul 17.30 UTC di Anfield, Liverpool. Untuk pembaca Indonesia (WIB), itu berarti Jumat dini hari sekitar pukul 00.30. Ini momen yang biasanya memancing dua tipe penonton: yang ingin menutup malam dengan sepak bola, dan yang sengaja bangun karena mencium aroma kejutan.
Liverpool masuk pertandingan dengan status favorit. Secara klasemen, mereka berada di peringkat 4 dengan 32 poin dari 18 laga. Leeds ada di peringkat 16 dengan 20 poin dari 18 laga. Garis besarnya jelas: satu tim mengejar jalur papan atas, satu tim masih sibuk memastikan jarak dari zona merah tidak menipis.
Namun Premier League jarang sesederhana garis besar. Dan Leeds vs Liverpool terasa makin rawan karena dua hal: Liverpool sedang membangun momentum, sementara Leeds sedang menemukan mesin golnya.
Leeds vs Liverpool: klasemen, momentum, dan titik panas laga
Liverpool baru saja menang 2-1 atas Wolverhampton Wanderers di Anfield. Reuters mencatat kemenangan itu membawa Liverpool naik ke empat besar dan memperpanjang laju positif mereka di liga. Kabar yang terdengar menenangkan bagi pendukung The Reds, karena kemenangan tipis di fase padat sering jadi pembeda antara tim yang “stabil” dan tim yang “tergelincir”.
Tapi Reuters juga menegaskan ada faktor absensi yang tidak bisa diabaikan. Mohamed Salah sedang bersama Mesir untuk Piala Afrika, sementara Alexander Isak disebut menepi setelah operasi akibat patah kaki. Kehilangan pemain kunci bukan berarti Liverpool melemah total, tapi biasanya mengubah bentuk serangan: aliran bola bisa lebih lambat, pilihan akhir bisa berbeda, dan efisiensi jadi hal yang harus dikejar, bukan bonus.
Di sisi Leeds, sorotan utamanya bukan taktik rumit, melainkan satu nama yang sedang “hidup”. Dominic Calvert-Lewin mencetak gol dalam enam pertandingan liga beruntun, sebuah catatan yang menurut Reuters membuatnya jadi pemain Leeds pertama sejak 1959-60 yang bisa mencetak gol dalam enam laga top flight berturut-turut. Dalam bahasa paling sederhana, Leeds punya striker yang sedang yakin, dan striker yakin sering membuat pertandingan jadi berantakan bagi lawan.
Dalam konteks inilah Leeds vs Liverpool jadi menarik. Liverpool punya posisi dan kualitas, Leeds punya momentum individu yang bisa memotong semua prediksi. Dan jika Anda mengikuti Premier League cukup lama, Anda tahu: momentum individu sering mengalahkan logika tabel, setidaknya untuk satu malam.
Cara main yang mungkin muncul: Liverpool menekan, Leeds mengintai
Bayangkan Liverpool memulai pertandingan seperti biasa di kandang: menekan, mengurung, membuat lawan bertahan dalam blok rendah. Itu bukan sekadar gaya, melainkan identitas Anfield. Sofascore juga menempatkan Liverpool di atas Leeds dalam konteks posisi liga jelang pertandingan, yang biasanya sejalan dengan ekspektasi dominasi tuan rumah.
Namun Leeds bukan tim yang harus ikut alur Liverpool. Dengan posisi 16 dan kebutuhan poin, Leeds lebih diuntungkan jika laga tidak terlalu terbuka sejak awal. Mereka bisa memilih pendekatan “hemat energi”, bertahan rapi, lalu mengincar momen yang sering diabaikan tim besar: transisi cepat, bola kedua, dan situasi bola mati.
Yang membuat skenario ini masuk akal adalah profil Calvert-Lewin yang sedang panas. Jika Leeds bisa mengirim bola ke area yang tepat, satu momen saja cukup untuk mengubah permainan. Reuters menulis Calvert-Lewin bahkan mencetak gol krusial melawan tim besar dalam periode tajamnya, termasuk saat menghadapi Liverpool pada rangkaian laga sebelumnya. Pesannya jelas: ia bukan sekadar “penambah angka” ketika lawan lemah, tapi juga ancaman ketika tekanan naik.
Liverpool, di sisi lain, perlu menuntaskan pekerjaan lebih cepat. Ketika laga dibiarkan ketat terlalu lama, tekanan psikologis biasanya pindah ke tuan rumah. Setiap peluang yang meleset bisa memancing kegelisahan, dan kegelisahan membuka ruang bagi tim tamu untuk mencuri momentum.
Di sinilah Leeds vs Liverpool bisa berubah menjadi pertandingan “keras kepala”: Liverpool merasa harus menang karena status dan target, Leeds merasa bisa hidup dari satu gol. Bentuk laga seperti ini sering diputuskan bukan oleh penguasaan bola, tetapi oleh disiplin dan penyelesaian akhir.
Wajib Tahu:
Leeds ada di peringkat 16 dengan 20 poin dari 18 laga, jadi setiap poin sangat berarti untuk menjaga jarak dari papan bawah.
Liverpool ada di peringkat 4 dengan 32 poin dari 18 laga, dan baru saja mengamankan kemenangan 2-1 atas Wolves untuk mempertebal momentum.
Calvert-Lewin sedang mencetak gol dalam enam laga liga beruntun, catatan yang menurut Reuters sudah sangat lama tidak terjadi untuk pemain Leeds di level teratas.
Prediksi skor: jalan aman, jalan berbahaya, dan angka paling realistis
Mari bicara prediksi secara jujur, bukan sekadar menempel label “favorit”. Pada duel Leeds vs Liverpool, ada tiga jalur yang paling mungkin.
Jalur aman Liverpool: gol cepat. Jika Liverpool bisa mencetak gol di 20 menit awal, Leeds dipaksa keluar dari rencana defensif. Ketika Leeds keluar, ruang terbuka. Dan ruang terbuka biasanya milik tuan rumah, terutama di Anfield.
Jalur berbahaya Liverpool: pertandingan dibiarkan 0-0 sampai menit 60. Di fase ini, Leeds akan makin nyaman bermain “menunggu”. Mereka cukup berharap pada satu momen yang mengarah ke Calvert-Lewin atau satu situasi bola mati. Dengan striker yang sedang on fire, satu peluang setengah bersih bisa jadi gol.
Jalur paling realistis: Liverpool tetap unggul, tetapi tidak mulus. Mereka menang dengan margin tipis, sementara Leeds tetap punya momen yang membuat stadion menahan napas.
Dengan mempertimbangkan posisi klasemen, tren kemenangan Liverpool terbaru, dan faktor kandang, prediksi skor yang paling masuk akal adalah:
Prediksi skor Leeds vs Liverpool: Liverpool 2-1 Leeds.
Alasannya bukan karena Leeds buruk, tetapi karena Liverpool sedang mengumpulkan poin dengan cara yang pragmatis. Kemenangan 2-1 atas Wolves menunjukkan mereka bisa menang meski tidak selalu sempurna, termasuk ketika ada absensi penting. Di sisi lain, Leeds punya kualitas untuk mencetak gol, terutama dengan Calvert-Lewin yang sedang berada di periode terbaiknya.
Jika Anda mencari indikator yang lebih “netral”, data jadwal dan konteks pertandingan menegaskan duel ini memang round liga yang jelas dan bukan laga uji coba, dimainkan pada 1 Januari 2026 di Anfield. Artinya, tidak ada ruang untuk main santai. Semua poin dihitung, semua kesalahan dihukum.
Jadwal, venue, dan konteks untuk penonton Indonesia
Pertandingan Leeds vs Liverpool digelar di Anfield, kick-off 1 Januari 2026 pukul 17.30 UTC. Untuk WIB, ini jatuh pada Jumat dini hari sekitar pukul 00.30. Dan inilah detail yang perlu diingat: ini jam-jam rawan kejutan, ketika fokus dan energi sering diuji oleh jadwal padat.
Pada akhirnya, pertandingan ini bukan tentang siapa yang lebih terkenal, melainkan siapa yang lebih siap menghadapi momen sulit. Liverpool ingin menjaga jalur papan atas dengan 32 poin yang sudah mereka kumpulkan. Leeds ingin membuktikan bahwa posisi 16 bukan berarti mereka datang untuk menyerah.
Jika Anda menunggu laga yang panas sejak menit awal, Leeds vs Liverpool punya semua bahan. Favorit yang sedang naik, underdog yang punya striker tajam, dan panggung Anfield yang selalu bisa membuat cerita membesar dalam satu sorakan.
Sumber: ESPN.com



