Thursday, January 15, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Kanjuruhan Siap Memanas: Arema FC vs Persita Bisa Jadi Laga “Pecah” yang Menentukan Arah Musim

Olahraga 360 – Ada pertandingan yang terasa seperti rutinitas jadwal. Ada juga pertandingan yang, tanpa perlu gembar-gembor, sudah punya aroma “penentu” dari jauh hari. Arema FC vs Persita masuk kategori kedua. Bukan karena keduanya sedang memimpin klasemen, melainkan karena laga ini datang di momen yang sensitif: menjelang pergantian tahun, saat energi tim sering naik turun, dan setiap poin bisa mengubah suasana ruang ganti.

Menurut laman resmi kompetisi, duel Arema FC vs Persita dimainkan Selasa, 30 Desember 2025 di Stadion Kanjuruhan, Malang. Di hari yang sama, tidak ada ruang untuk alasan. Kanjuruhan akan menuntut Arema tampil berani, sementara Persita bakal datang dengan satu misi klasik tim tamu: pulang membawa sesuatu, minimal poin, maksimal kemenangan yang membuat peta persaingan makin ramai.

Kalau Anda mencari alasan kenapa pertandingan ini berpotensi meledak, lihat rekam jejak pertemuannya. Dalam beberapa musim terakhir, laga mereka jarang berjalan datar. Skor besar pernah terjadi, comeback pernah terjadi, dan duel ketat yang ditentukan satu momen juga bukan hal baru. ESPN mencatat, lima pertemuan terakhir termasuk kemenangan Persita 3-2 (April 2025), kemenangan Arema 3-0 (Desember 2024), serta duel 4-3 untuk Persita (Maret 2024). Ini bukan sekadar statistik; ini semacam peringatan bahwa satu kesalahan kecil bisa berubah menjadi cerita panjang.

Konteks Laga di Kanjuruhan

Kanjuruhan selalu punya dua wajah. Di satu sisi, ia bisa menjadi dorongan brutal untuk tuan rumah: tempo naik, duel jadi lebih berani, dan Arema sering terlihat “hidup” ketika publik mulai ikut menggerakkan pertandingan. Di sisi lain, Kanjuruhan juga bisa menjadi ruang tekanan: ketika peluang tak kunjung jadi gol, desakan untuk “lebih cepat” kadang mendorong keputusan yang terburu-buru.

Di laga Arema FC vs Persita, persoalan utamanya bukan hanya soal siapa lebih kuat, tetapi siapa lebih disiplin menjalankan rencana. Arema hampir pasti ingin memegang inisiatif, apalagi ini pertandingan kandang. Namun inisiatif yang tidak diikat oleh struktur akan menjadi undangan untuk serangan balik. Persita, berdasarkan karakter yang sering mereka tunjukkan di laga-laga sulit, cenderung nyaman memainkan peran “menunggu momen” lalu memukul dengan efektif.

Ada satu hal yang membuat duel seperti ini terasa berbahaya: kedua tim sama-sama punya alasan kuat untuk tidak puas dengan hasil biasa. Arema butuh kemenangan kandang yang memberi rasa aman dan memulihkan keyakinan. Persita butuh poin agar posisi mereka di papan atas tetap terkunci, sekaligus memberi sinyal bahwa mereka tidak mudah “dipatahkan” saat tandang.

Klasemen dan Tren Performa

Secara posisi, Persita datang dengan angka yang lebih mengkilap. Di klasemen BRI Super League 2025-26 versi ILeague, Persita berada di peringkat 6 dengan 22 poin, sedangkan Arema di peringkat 11 dengan 18 poin. Ini memberikan dua tekanan yang berbeda: Persita memikul beban untuk menjaga jarak dari tim di bawahnya, sedangkan Arema memikul beban untuk mengejar, karena papan tengah di liga seperti ini biasanya rapat dan mudah bergeser hanya karena satu hasil.

Di titik ini, pertandingan Arema FC vs Persita bukan sekadar “siapa menang siapa kalah”. Ini soal efek domino. Jika Arema menang, mereka bukan hanya menambah tiga poin, tetapi juga menutup jarak dengan kelompok atas sekaligus membangun momentum. Jika Persita menang, mereka menegaskan bahwa konsistensi mereka bukan kebetulan, serta membuat persaingan di zona atas makin menggigit.

Tren pertemuan terakhir menambah lapisan drama. Laman ILeague juga menampilkan deretan pertemuan terkini yang selaras dengan data ESPN: Persita 3-2 Arema (20 April 2025), Arema 3-0 Persita (3 Desember 2024), Persita 4-3 Arema (13 Maret 2024), serta 0-0 (16 September 2023). Polanya mudah dibaca: kedua tim saling bisa “menghabisi” ketika lawan lengah. Itu sebabnya laga ini sangat mungkin ditentukan oleh kualitas keputusan, bukan sekadar jumlah serangan.

Wajib Tahu:

Pertandingan ini punya detail waktu yang sering membingungkan penonton karena beberapa platform menampilkan format UTC. Sofascore menulis laga dimulai pukul 08.30 UTC, yang berkorespondensi dengan jadwal sore waktu Indonesia bagian barat, sesuai penayangan jadwal setempat. Intinya, jangan salah jam. Selain itu, posisi klasemen yang terpaut lima anak tangga (Persita 6, Arema 11) membuat laga ini berpotensi lebih “keras” dari biasanya, karena keduanya sama-sama sedang mengejar kepastian: Persita menjaga jalur ke papan atas, Arema menjaga agar tidak terlalu lama terjebak di papan tengah.

Pertarungan Taktik yang Paling Mungkin

Mari bicara permainan, bukan sekadar angka. Dalam duel Arema FC vs Persita, ada tiga pertarungan yang paling menentukan.

Pertama, duel di ruang tengah. Siapa yang menang perebutan bola kedua, biasanya yang mengontrol ritme. Arema bisa saja menekan tinggi, tetapi menekan tinggi tanpa koordinasi sering berujung dua kemungkinan buruk: pelanggaran tidak perlu atau lubang di belakang lini tengah. Persita akan senang jika Arema memaksa pressing sendirian-sendiri, karena itu memudahkan mereka keluar lewat umpan vertikal cepat.

Kedua, manajemen transisi setelah kehilangan bola. Ini poin yang sering memisahkan tim “berbahaya” dari tim “rapuh”. Arema harus punya respons kolektif saat bola hilang: menutup jalur umpan pertama, memaksa lawan melebar, dan menahan tempo. Jika tidak, Persita bisa mengubah satu intersep sederhana menjadi peluang bersih, apalagi ketika Arema sedang naik menyerang dan fullback berada terlalu tinggi.

Ketiga, pengambilan keputusan di sepertiga akhir. Laga yang pernah berakhir 4-3 dan 3-2 mengajarkan satu hal: ketika kedua tim saling terbuka, peluang akan datang. Di momen itu, yang membedakan bukan siapa paling banyak masuk kotak penalti, melainkan siapa yang paling tenang memilih: tembak sekarang, satu sentuhan tambahan, atau cutback ke zona yang lebih “bersih”.

Persita, sebagai tim tamu, kemungkinan akan merasa nyaman jika pertandingan berjalan dalam tempo “tersendat”. Semakin lama skor tetap imbang, semakin besar peluang Arema terpancing untuk mempercepat secara paksa. Di situ jebakannya. Arema justru perlu sabar, karena kesabaran sering menghasilkan celah yang lebih jelas daripada serangan yang dipaksa.

Prediksi Arema FC vs Persita dan Taruhan Poin

Bagian prediksi memang selalu mengundang debat, tetapi kita bisa menilai dari konteks yang ada: posisi klasemen, tren pertemuan, dan keuntungan kandang. Persita lebih tinggi di klasemen, Arema punya panggung Kanjuruhan. Head-to-head terbaru menunjukkan kedua tim saling mampu mencetak banyak gol saat pertandingan terbuka.

Skenario paling masuk akal adalah pertandingan ketat yang ditentukan gol pertama. Jika Arema mencetak gol lebih dulu, energi stadion bisa menjadi “bahan bakar” untuk menambah intensitas, sekaligus memaksa Persita mengambil risiko lebih besar. Tetapi jika Persita lebih dulu memimpin, Arema akan diuji: apakah mereka bisa mengejar dengan kepala dingin, atau justru kehilangan bentuk karena terlalu ngotot.

Dengan mempertimbangkan faktor kandang dan kebutuhan Arema untuk menegaskan diri, sementara Persita tetap berbahaya lewat efisiensi, prediksi yang realistis adalah margin tipis.

Prediksi skor: Arema 2-1 Persita.
Tetapi catatan besarnya jelas: Arema FC vs Persita adalah laga yang bisa berbelok cepat jika satu tim kalah disiplin saat transisi. Pertandingan seperti ini tidak selalu dimenangkan oleh tim yang lebih heboh, melainkan oleh tim yang paling rapi mengelola momen. Dan itulah mengapa Selasa sore di Kanjuruhan layak ditunggu, bukan hanya oleh pendukung Arema, tetapi juga penikmat persaingan liga yang menginginkan kejutan.

Sumber: ESPN

Popular Articles